KARYAMEDIA.WEB.ID, SOLO BARU — Kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah momentum konsolidasi partai yang dikemas tidak sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai langkah memperkuat organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
Pelantikan berlangsung di Hotel Mercure Solo Baru, Sabtu, 5 September 2026, dan dihadiri jajaran pimpinan Partai Golkar, kepala daerah, pengurus DPD kabupaten/kota se-Jawa Tengah, organisasi sayap dan ormas Hasta Karya, serta pimpinan partai politik tingkat provinsi.
Ketua panitia, H. Fuadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan seluruh jajaran kepengurusan sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar acara formal. Ini adalah momentum untuk menyatukan kepengurusan, memantapkan konsolidasi, dan membangun semangat bersama untuk membesarkan Partai Golkar. Kami berharap momentum ini menjadi penyemangat bagi seluruh pengurus untuk bekerja lebih solid, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih nyata dalam menjalankan amanah organisasi,” ujarnya.
Konsolidasi Bergerak hingga Tingkat Kecamatan dan Desa
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Dr. Mohammad Saleh, S.T., S.H., M.En., dalam sambutannya memaparkan perkembangan konsolidasi organisasi di Jawa Tengah.
Ia menyampaikan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) kabupaten/kota telah mencapai 100 persen di 35 kabupaten/kota. Sementara di tingkat kecamatan, dari total 576 kecamatan, sebanyak 251 kecamatan telah menyelesaikan proses Musyawarah Kecamatan.
Konsolidasi juga mulai diarahkan hingga tingkat desa. Dari 8.061 desa, proses Musyawarah Desa (Musdes) telah berjalan di sekitar 1.100 desa.
Targetnya jelas: pada Desember seluruh desa di Jawa Tengah harus telah menyelesaikan Musdes.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Golkar Jawa Tengah tidak ingin konsolidasi berhenti pada struktur elite partai. Struktur organisasi justru didorong semakin dekat dengan masyarakat melalui penguatan kepengurusan sampai lapisan terbawah.
Dalam momentum pelantikan tersebut, Golkar Jawa Tengah juga mengukuhkan pengurus dari 10 kabupaten/kota.
Wajah Baru: Lebih Muda, Lebih Terbuka
Dari sisi komposisi, kepengurusan Golkar Jawa Tengah periode ini juga memperlihatkan upaya regenerasi.
Sekitar 60 persen pengurus berusia di bawah 50 tahun, sementara 40 persen lainnya berusia 50 tahun ke atas.
Komposisi tersebut menjadi sinyal bahwa regenerasi bukan sekadar slogan. Partai berupaya menggabungkan pengalaman generasi senior dengan energi, gagasan, dan perspektif generasi yang lebih muda.
Pendekatan serupa juga terlihat dalam pola kegiatan organisasi.
Golkar Jawa Tengah ingin mengombinasikan kegiatan konsolidasi politik dengan aktivitas yang lebih dekat dengan masyarakat. Setiap Musda, misalnya, diarahkan tidak hanya berakhir pada forum organisasi, tetapi dilanjutkan dengan kunjungan ke pondok pesantren dan pendekatan kepada generasi Z.
Pesannya sederhana: partai harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika membutuhkan suara.
Politik Serius, Tetapi Tidak Harus Tegang
Pelantikan pengurus kali ini juga dikemas dengan suasana yang berbeda. Nuansa politik tetap kuat, tetapi dikombinasikan dengan pertunjukan seni dan fragmen tari.
Bagi Mohammad Saleh, pendekatan tersebut menggambarkan karakter organisasi yang ingin dibangun: dekat dengan rakyat, serius dalam bekerja, tetapi tetap riang gembira dalam rasa.
Semangat itu menjadi penting di tengah politik yang semakin dinamis. Konsolidasi tidak cukup hanya mengandalkan struktur dan instruksi. Dibutuhkan energi positif agar kader memiliki rasa memiliki terhadap organisasi dan mampu bekerja secara kolektif.
Sebelum Pelantikan, Bahlil Mampir Makan Soto Gading Menggunaka Vespa Berwarna Kuning
Sebelum menuju lokasi utama pelantikan, Bahlil bersama jajaran pengurus pusat dan daerah menyempatkan diri singgah di salah satu kuliner legendaris Kota Solo, Soto Gading, Menggunakan Vespa Kuning
Mereka menikmati makan siang bersama dalam suasana santai. Bahlil mengatakan agenda kuliner tersebut menjadi pembuka sebelum dirinya menghadiri agenda utama Partai Golkar di Jawa Tengah.
“Hari ini saya datang berkunjung ke Jawa Tengah, Kota Solo, dalam rangka pelantikan DPD Golkar Jateng, dan sekaligus sebelum pelantikan makan siang dulu di Soto Gading,” kata Bahlil di sela kegiatannya.
Bahlil: Konsolidasi Menjadi Titik Temu Menuju Kemenangan
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan penekanan pada pentingnya konsolidasi sebagai fondasi perjuangan politik.
“Kita pengen dengan pelantikan ini, teman-teman Jawa Tengah melakukan konsolidasi secara menyeluruh, baik struktural maupun fungsional. Target kita ke depan untuk Provinsi Jawa Tengah nambah kursi,” tegas Bahlil.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Kepengurusan baru harus langsung bekerja memperkuat organisasi dan meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di Jawa Tengah.
Bahlil berharap kehadirannya secara langsung dapat membangun semangat kader sekaligus memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah.
“Harapan kita ke depan target Golkar untuk di Provinsi Jawa Tengah nambah kursi,” ujarnya.
Menurutnya, konsolidasi merupakan titik temu seluruh elemen partai untuk menyatukan langkah dan menentukan arah menuju kemenangan.
Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat desa menjadi pekerjaan penting yang tidak boleh ditunda.
Bahlil menegaskan target agar seluruh desa telah menyelesaikan Musdes pada Desember. Struktur organisasi hingga tingkat bawah harus dipersiapkan secara sistematis sebagai bagian dari kesiapan Partai Golkar menghadapi agenda politik mendatang.
Dengan demikian, konsolidasi bukan sekadar menghitung jumlah kepengurusan. Ia harus menghasilkan struktur yang aktif, solid, dan mampu bekerja di tengah masyarakat.
Hadir dalam Satu Barisan
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting Partai Golkar dan pemangku kepentingan di Jawa Tengah, antara lain Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, Gubernur Jawa Tengah, Bapilu Jawa II, Ketua DPD Golkar Jawa Barat dan Jawa Timur, seluruh Ketua DPD Partai Golkar se-Jawa Tengah, Ormas Hasta Karya, serta para ketua partai politik tingkat provinsi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelantikan kepengurusan DPD Partai Golkar Jawa Tengah menjadi bagian dari agenda konsolidasi yang lebih luas.
Dari Pelantikan Menuju Kerja Nyata
Pada akhirnya, pelantikan bukanlah garis akhir. Ia justru menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk membuktikan kapasitas organisasi.
Struktur harus bekerja. Kader harus bergerak. Dan partai harus hadir di tengah persoalan masyarakat.
Target penyelesaian Musdes hingga Desember menjadi salah satu ukuran konkret dari keseriusan konsolidasi tersebut. Jika struktur hingga tingkat desa berhasil dibangun secara aktif, Golkar Jawa Tengah memiliki fondasi organisasi yang semakin kuat.
Pesan yang mengemuka dalam pelantikan itu pun menjadi relevan: soliditas harus diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Dari Solo Baru, Partai Golkar Jawa Tengah menegaskan arah barunya: solid dalam organisasi, dekat dengan rakyat, serius dalam bekerja, dan tetap membawa politik dengan semangat riang gembira.
“Golkar Solid, Indonesia Maju. Suara Rakyat, Suara Golkar.”




